Melankoli Yang Sepi!

Melankoli Yang Sepi,

Malam ini, kuziarahi kau dengan sejumput kenangan yang masih tertera pada debar dada

sementara, lampu-lampu kota kian temaram, dan membawa kesunyian lebih jauh ke dalam penyesalan

kanak-kanak nasib, tak pernah letih berjalan sendirian, meski harus menembus kemarau panjang.

walau selalu ada yang tersisa, kubur saja segala melankoli dan semua sepi!

Tiada yang menang dalam sebuah perpisahan, sebab mengalah juga butuh perjuangan

dan kita, hanyalah getir waktu yang gagal menafsirkan takdir.

Bila diam lebih baik, adakah salam rinduku telah sampai kepadamu?
–meski hanya satu

* * *
"Malam hendak jatuh!” demikian kata awan. Lantas beraraklah mereka dalam barisan-barisan yang rapat, padat. Sedang Cirrocumulus masih begitu serius. Sibuk sendiri menganyam tikar untuk digelar pada perhelatan L'heure Bleue.

Tak ada yang tak suka pada warnanya, kecuali kau adalah seorang gadis yang sedang patah hati. Laba-laba saja terburu memintal jaring, ingin menyaksikan pertunjukan layar angkasa sambil leha-leha. Nyamuk berdengung riang, berlomba dengan riuh tepuk tangan yang belum juga menyambar nyawa mereka.

Dan diantara semua kegaduhan semesta, ada satu jenis suara yang mulai mengusik telingaku; saban hari, di waktu yang nyaris presisi, dengan lengking falsetto yang mampu membuat anak kecil bergidik ngeri…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HOTSPOT : (Fantasi friend with benefit)

Semua Orang Sedang Berproses