Semua orang sedang berproses dan sedang berjalan di atas jalan yang menurut ia baik. Jadi janganlah kamu dengan mudah mengatakan lekas padanya tanpa tahu latar belakang dirinya. Jangan pula sok tahu, lalu meremehkan dan merendahkannya. Semua orang sedang berproses menuju apa yang diinginkannya, menuju apa yang dicita-citakannya. Jika dia belum mencapai apa yang telah kamu capai. Jangan meneriakinya. Kamu tak tahu bagaimana perasaannya saat melihatmu sampai lebih dulu. Dia ingin menyusul, segera. Tapi Tuhan belum sependapat dengannya. Sekali lagi jangan kamu berkata lekas dan segera. Karena bisa saja itu menyakitinya. Setiap proses jalannya berbeda, mungkin kamu diberikan jalan yang cepat oleh Tuhan. Tapi dia tidak. Yang pasti Setiap kita mengalami proses yang berbeda. Maka kita hanya perlu saling menyemangati. Semangat menuju perjalanan, kuat ya.
----------------------------------- Pernah denger istilah friend with benefit (FWB)? atau justru kalianlah salah satu pelakunya. Friend with benefit (FWB) bisa diartikan juga sebagai hubungan yang saling menguntungkan. Ketika dua orang menjalin hubungan yang begitu intim namun keduanya tidak memiliki komitmen apapun. Jika umumnya seorang pria dan perempuan menjalin kedekatan hubungan sebagai dua orang kekasih yang memiliki status pacaran, namun pelaku FWB ini lebih nyaman untuk menjalankan hubungan tanpa ada status namun bisa saling menguntungkan. Bagi kaum milenial tentunya interaksi friend with benefit sudah sangat banyak ditemukan dalam inner circle mereka. Biasanya daya tarik seksual menjadi pemicu orang menjalani hubungan FWB ini. Selain itu juga romantisme cinta, rasa ketakutan atau kekhawatiran untuk memiliki ikatan hubungan yang serius dengan pasangan resmi menjadikan seseorang lebih nyaman memilih hubungan seperti friend with benefit. Karena biasanya dalam hubungan frien...
Seberapa banyak sepi yang kau miliki Seberapa nganga luka yang kau tutupi Dan seberapa jatuh kau setelah dihantam realita?. Bahwa kita ternyata menghamba pada nama yang tak serupa. * "Aku tahu, betapa kosongnya jiwamu. Sampai kau perlu tak hanya satu, tapi banyak wajah untuk kau jaga. Supaya kau bisa mendapatkan senyum mereka, supaya kau selalu merasa punya segalanya dengan menawarkan kebaikanmu. Tapi aku tahu, itu tak lebih dari usaha agar kau tak merasa sepi, tak jadi seorang diri dengan hampa yang menggerogoti sampai kau mati. Kau tidak bisa selamanya begitu. Kau tahu? Wajah-wajah yang kau pelihara supaya selalu tersenyum padamu itu, akan menuntut upah atas jasa mereka Dan kau akan terhutang dengan tuntutan-tuntutan"
Komentar
Posting Komentar