[CERPEN] : Selamat Meninabobokan Kesedihan

Perempuan itu sedang menceritakan kesedihan dengan runcing lidahnya
tidak ada api di dadanya
hanya petak-petak kosong dan sebuah lentera yang melindap

hatinya bertanya; di mana bahagia
jika peta tiada menunjukkan debar dada

direbahkannya kesunyian pada punggung malam
satu demi satu, bayang kisah lama berada di pelupuk mata yang mulai terkatup
semuanya masih jelas terbaca, meski beberapa pudar; melebihi remang senja

Perempuan itu tertidur dalam sedu
sajak-sajak yang ditulisnya tergeletak di atas meja;
terisak tanpa kata

Dan tatkala pagi ada
geletar dukanya masih sama;
tentang segala lelaki yang masih dicintainya

__________

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HOTSPOT : (Fantasi friend with benefit)

Semua Orang Sedang Berproses